Pages

Tuesday, May 13, 2014

Keliling Wina (Austria trip, part IV)

Ini 1 Mei. Hari Buruh Internasional. Kota Wina seperti juga beberapa kota lain di dunia, libur. Habis acara tiup lilin, kami pun bersiap mandi untuk melihat cantiknya kota Wina. Disini dingin, sebetulnya kami jarang mandi, tapi kali ini mandi menjadi penting karena kita nggak mau hasil foto-fotonya jadi jomplang, secara bekgron kece tapi modelnya butut :p

Berbeda dengan perayan Hari Buruh di Tanah Air yang diwarnai demo, buruh-buruh di Wina malah pawai. Ada yang bawa kuda. naik kereta, bahkan sampe pamer motor gede segala. Semua iring-iringan kendaraan pawai berakhir di Rathaus (balai kota). Di sana udah siap panggung besar dan mungkin acara keriaan lainnya.


Pawai Mayday di Wina. Itu yg lagi ulangtaon cemberut aja, neng?



Balai Kota Wina


Ada nenek-nenek baik hati yang motoin kita bertiga di depan Rathaus :)


Cuss, biar cepet kita ngga lama-lama di Rathaus. Mendekatpun nggak, padahal kalo liat di website-website, arsitektur bangunan Rathaus ini keren banget loh. Tapi semakin mendekat ke panggung artinya semakin hingar bingar. So, stralahyaaa..

Cuaca cerah banget, jadi kita jalan kaki aja keliling kotanya. Kebetulan tempat-tempat menariknya deket-deketan. Karena Okta harus kerja, kita dibekelin peta kecil sama list tempat-tempat oke buat dikunjungin. Ini judulnya turis mandiri. 

Tujuan pertama, si papipu ngajak popotoan di Universitas Wina. Eh, ini salah satu lokasi syuting film 99 cahaya itu kan ya? Di film lebih keliatan jelas bagusnya, lorong-lorong di dalem gedungnya. Kita cuma numpang mejeng di depannya aja. Kita? si papih doang kalee.


Mejeng heula..



Next, Gedung Teater Wina, namanya KK Hofburg. Ini teater sebenernya sebrang-sebrangan sama Rathaus, makanya ngga bisa ngambil gambarnya dengan jelas karena lokasinya masih penuh orang. Nggak masuk ke dalem jugak, karena hari keburu siang kita mau jalan terus sambil cari makan sebelum si birthday girl cranky karena kelaperan.
KK Hofburg

nah, kira-kira begini bentuknya KK Hofburgh itu. Fotonya nyomot dari sini

Dalam bahasa jerman, Austria disebut dengan Oesterreich yang artinya "Eastern Empire". Jadii jangan heran kalo di Austria banyak bangeet istana, benteng, kastil dan gedung-gedung jadul yang kece-kece.. saya sih bukan pengamat arsitektur, ngga ngerti sama sekali malah. Dan walaupun yang dibilang cantik itu relatif, tapi yang namanya mahakarya akan terlihat jelas keindahannya. (tsah!)

Berikutnya, kita nyebrangin volksgarten. sebuah taman kota yang ternyata nganterin kita ke Istana Hofburg. Sepanjang sejarahnya, Hofburg adalah istana yang sudah ditempati oleh penguasa-penguasa Austria sejak jaman dahulu kala sampai saat ini. Sekarang Istana Hofburg dipake sebagai gedung parlemen dan kediaman Presiden Austria. Waktu jamannya dinasti Habsburg berkuasa, istana ini cuma ditempatin pas musim dingin. Sementara kalo musim panas mereka pindah ke Schloss Schoenbrunn. Sejak berabad-abad lalu, Istana Hofburg mengalami beberapa kali perluasan sehingga fungsinya tidak lagi hanya sebagai kediaman penguasa, tapi juga kapel, museum, bahkan perpustakaan nasional. Jaaadiii, silakan dibayangkan total luas area istana ini sekarang kira-kira 500.000m2 dengan 19 taman dan 2.600 ruangan saja.

tongsis mana... tongsiss?!




Udah capek? mudah-mudahan belom, ya. Kagok nih, baru setengah jalan :D 
Dari sini kita obsessed banget pengen liat gereja katolik paling ternama se-Vienna. Namanya Stephensdom. Berhubung kita turis yang buta arah, sempet nyasar juga jalan kakinya malah ngejauh dari si gereja kenamaan itu. Tapi nggak turis namanya dong kalo gak pake nyasar :p #pembelaan

Nyasar, nggak tau ini gedung apa namanya. 
Tadinya kita pikir ini national library ternyata bukan.

Setelah nanya-nanya orang dan nyempetin jajan Doenner, kita lanjutin nyari Stephensdom.

Ini sebagian pemandangan ciamik dalam perjalanan kita nyari gereja nomer satu se-Vienna.

Dan akhirnya keliatan juga itu menaranya...


Tadaaaaa... inilah dia, Stephensdom!! keren bangeeeeeeeeet yaa.


Dalam bahasa Inggris, sebutannya St. Stephen's Cathedral. Gereja ini adalah ibu dari Gereja-gereja Roma keuskupan Wina. Gereja ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang terjadi di Vienna. Diantaranya,upacara pernikahan dan pemakaman musisi ternama Mozart. Upacara pemakaman Vivaldi juga kabarnya dilakukan disini. 

Ciri khas Stephensdom adalah atap keramik berwarna-warninya. Genteng cantik dengan motif diamond adalah hasil sumbangan para warga Vienna di tahun 1950, saat itu gereja kesayangan mereka ini rusak akibat pengepungan bangsa Turki di akhir perang dunia II.

Kalo mau liat betapa stunning interior di dalem Stephensdom ini, silakan ke sini.

with dearie dottie @ Stephensdom
Ok, sekarang kita cabs ke tempat terakhir hari ini. Setelah mengisi perut dan jajan gelato pinggir jalan, kita berangkat ke Schloss Schoenbrunn naik trem. Seperti yang udah disebutin di atas, Istana tujuan kita kali ini adalah istana musim panas waktu dinasti Habsburg berkuasa. Sejak monarki Habsburg runtuh, kepemilikan istana diserahkan pada Republik Austria. Untuk bisa masuk liat dalemnya, kita harus bayar. Tiketnya macem-macem, tentu kalo rame-rame jatohnya jadi lebih murah.
sumbernya dari sini

Yang bikin sedih, saya kehilangan kacamata item di toileeeeet (toilet istana? bukan. Toilet loket tiket). Yaksip, cuaca di hari ulangtahunnya si neneng bener-bener cerah luar biasa (baca: terik) dan saya kehilangan kacamata item. Terima kasih ya Allah, ini artinya saya harus beli kacamata baru yaaa.. #ngarep (okei, OOT kejauhan)

Kesilauaan difoto menantang matahari
selfie berdua aja,pake tongsis
Lalu kita jalan muter ke belakang istana. Jreeeeeng.. di halaman belakang istananya ada halaman yang buesaaar dan cantiiiik banget, namanya The Great Parterre. Seluruh taman di istana ini didesain sedemikian rupa dengan motif-motif besutan seniman yang kalo diliat dari ketinggian menyerupai hamparan karpet warna-warni. 

Lihat backgroundnya deh, jauuuh di belakang kita itu ada bangunan, namanya Gloriette.
Namanya juga istana, pastinya guede banget dong yes. (Iya, kalo kecil namanya gubug derita dong,ah..) kita (atau saya?) udah lumayan capek banget jalan-jalan pleus terpapar sinar matahari nan menclang. Tapi istana ini kece bangeeet sodara-sodaraaa.. entah ada berapa belas taman, patung-patung, air mancur, bahkan kebon binatang, ada semua disini! Bahkan, salah satu sayap istana adalah tempat rutin pementasan karya-karya Mozart dan sejumlah musisi kenamaan lainnya.

Kaki udah pegeeel, matahari lagi semangat banget sinarnya, nona Dharma juga udah mulai cranky tapi kekeuh menolak tidur di stroller. Dia memutuskan untuk turun dari stroller dan memilih lari-larian di halaman istana buat ngusir kantuknya. Ujung-ujungnya ngejoprak, metikin bunga sama mungutin batu.
 
Keren dong, main ngejoprak di halaman istana. Batu-batu ini persis banget sama yang ada di playground sekolahan dia, jadilah dipikir ini tempat main gede banget yaaaa... haha

Metikin bunga liar, padahal nginjek rumput aja ga boleh :(
Gak papa deeeh, namanya juga lagi ulangtahuuun.. bebaaas

Di Neptune Fountain kita stop sebentar ngelurusin kaki sambil ngadem deket aer. Menimbang-nimbang mau naik bukit sampe ke atas Gloriette apa nggak. Dan akhirnya memutuskan nggak, karena saya s u d a h  c a p e k banget :( huhuhuuu... mestinya nyiapin waktu dua hari dua malem buat ngejelajahin seluruh sudut istana ini.

Neptune Fountain, letaknya diantara Istana dan Gloriette.

Neptune Fountain dengan latar belakang Gloriette
Nyomot dari sini

Gloriette ini semacam gerbang kemenangan. Dulunya waktu masa-masa perang, dari atas bukit inilah para panglima bisa liat musuh yang dateng. Konon kabarnya, kalo kita berdiri di Gloriette ini kita bisa liat seluruh kota Vienna. Penasaran, kan? iya, saya juga. Jadi nyesel banget kenapa nggak naik sampe ke sana. 

Udah dulu kali tour de Vienna-nya yaa.. 
Sebelum dadah-dadah, ada satu trivia lagi tentang Schloss Schoenbrunn. Taman Labirinnya pernah dipake buat episode ke 6 The Amazing Race season 23. Dan pit stopnya berakhir di Gloriette :)

Akhirnya, kita pun pulang dengan dorong stroller berisikan birthday-girl yang pules banget tidur. Sebelum tidur dia sempet berpesan kalo batu-batu yang tadi dia pungutin nggak boleh dibuang. Jadi, lumayan deh strollernya nambah berat lima kilo.

No comments:

Post a Comment

Tuesday, May 13, 2014

Keliling Wina (Austria trip, part IV)

Ini 1 Mei. Hari Buruh Internasional. Kota Wina seperti juga beberapa kota lain di dunia, libur. Habis acara tiup lilin, kami pun bersiap mandi untuk melihat cantiknya kota Wina. Disini dingin, sebetulnya kami jarang mandi, tapi kali ini mandi menjadi penting karena kita nggak mau hasil foto-fotonya jadi jomplang, secara bekgron kece tapi modelnya butut :p

Berbeda dengan perayan Hari Buruh di Tanah Air yang diwarnai demo, buruh-buruh di Wina malah pawai. Ada yang bawa kuda. naik kereta, bahkan sampe pamer motor gede segala. Semua iring-iringan kendaraan pawai berakhir di Rathaus (balai kota). Di sana udah siap panggung besar dan mungkin acara keriaan lainnya.


Pawai Mayday di Wina. Itu yg lagi ulangtaon cemberut aja, neng?



Balai Kota Wina


Ada nenek-nenek baik hati yang motoin kita bertiga di depan Rathaus :)


Cuss, biar cepet kita ngga lama-lama di Rathaus. Mendekatpun nggak, padahal kalo liat di website-website, arsitektur bangunan Rathaus ini keren banget loh. Tapi semakin mendekat ke panggung artinya semakin hingar bingar. So, stralahyaaa..

Cuaca cerah banget, jadi kita jalan kaki aja keliling kotanya. Kebetulan tempat-tempat menariknya deket-deketan. Karena Okta harus kerja, kita dibekelin peta kecil sama list tempat-tempat oke buat dikunjungin. Ini judulnya turis mandiri. 

Tujuan pertama, si papipu ngajak popotoan di Universitas Wina. Eh, ini salah satu lokasi syuting film 99 cahaya itu kan ya? Di film lebih keliatan jelas bagusnya, lorong-lorong di dalem gedungnya. Kita cuma numpang mejeng di depannya aja. Kita? si papih doang kalee.


Mejeng heula..



Next, Gedung Teater Wina, namanya KK Hofburg. Ini teater sebenernya sebrang-sebrangan sama Rathaus, makanya ngga bisa ngambil gambarnya dengan jelas karena lokasinya masih penuh orang. Nggak masuk ke dalem jugak, karena hari keburu siang kita mau jalan terus sambil cari makan sebelum si birthday girl cranky karena kelaperan.
KK Hofburg

nah, kira-kira begini bentuknya KK Hofburgh itu. Fotonya nyomot dari sini

Dalam bahasa jerman, Austria disebut dengan Oesterreich yang artinya "Eastern Empire". Jadii jangan heran kalo di Austria banyak bangeet istana, benteng, kastil dan gedung-gedung jadul yang kece-kece.. saya sih bukan pengamat arsitektur, ngga ngerti sama sekali malah. Dan walaupun yang dibilang cantik itu relatif, tapi yang namanya mahakarya akan terlihat jelas keindahannya. (tsah!)

Berikutnya, kita nyebrangin volksgarten. sebuah taman kota yang ternyata nganterin kita ke Istana Hofburg. Sepanjang sejarahnya, Hofburg adalah istana yang sudah ditempati oleh penguasa-penguasa Austria sejak jaman dahulu kala sampai saat ini. Sekarang Istana Hofburg dipake sebagai gedung parlemen dan kediaman Presiden Austria. Waktu jamannya dinasti Habsburg berkuasa, istana ini cuma ditempatin pas musim dingin. Sementara kalo musim panas mereka pindah ke Schloss Schoenbrunn. Sejak berabad-abad lalu, Istana Hofburg mengalami beberapa kali perluasan sehingga fungsinya tidak lagi hanya sebagai kediaman penguasa, tapi juga kapel, museum, bahkan perpustakaan nasional. Jaaadiii, silakan dibayangkan total luas area istana ini sekarang kira-kira 500.000m2 dengan 19 taman dan 2.600 ruangan saja.

tongsis mana... tongsiss?!




Udah capek? mudah-mudahan belom, ya. Kagok nih, baru setengah jalan :D 
Dari sini kita obsessed banget pengen liat gereja katolik paling ternama se-Vienna. Namanya Stephensdom. Berhubung kita turis yang buta arah, sempet nyasar juga jalan kakinya malah ngejauh dari si gereja kenamaan itu. Tapi nggak turis namanya dong kalo gak pake nyasar :p #pembelaan

Nyasar, nggak tau ini gedung apa namanya. 
Tadinya kita pikir ini national library ternyata bukan.

Setelah nanya-nanya orang dan nyempetin jajan Doenner, kita lanjutin nyari Stephensdom.

Ini sebagian pemandangan ciamik dalam perjalanan kita nyari gereja nomer satu se-Vienna.

Dan akhirnya keliatan juga itu menaranya...


Tadaaaaa... inilah dia, Stephensdom!! keren bangeeeeeeeeet yaa.


Dalam bahasa Inggris, sebutannya St. Stephen's Cathedral. Gereja ini adalah ibu dari Gereja-gereja Roma keuskupan Wina. Gereja ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang terjadi di Vienna. Diantaranya,upacara pernikahan dan pemakaman musisi ternama Mozart. Upacara pemakaman Vivaldi juga kabarnya dilakukan disini. 

Ciri khas Stephensdom adalah atap keramik berwarna-warninya. Genteng cantik dengan motif diamond adalah hasil sumbangan para warga Vienna di tahun 1950, saat itu gereja kesayangan mereka ini rusak akibat pengepungan bangsa Turki di akhir perang dunia II.

Kalo mau liat betapa stunning interior di dalem Stephensdom ini, silakan ke sini.

with dearie dottie @ Stephensdom
Ok, sekarang kita cabs ke tempat terakhir hari ini. Setelah mengisi perut dan jajan gelato pinggir jalan, kita berangkat ke Schloss Schoenbrunn naik trem. Seperti yang udah disebutin di atas, Istana tujuan kita kali ini adalah istana musim panas waktu dinasti Habsburg berkuasa. Sejak monarki Habsburg runtuh, kepemilikan istana diserahkan pada Republik Austria. Untuk bisa masuk liat dalemnya, kita harus bayar. Tiketnya macem-macem, tentu kalo rame-rame jatohnya jadi lebih murah.
sumbernya dari sini

Yang bikin sedih, saya kehilangan kacamata item di toileeeeet (toilet istana? bukan. Toilet loket tiket). Yaksip, cuaca di hari ulangtahunnya si neneng bener-bener cerah luar biasa (baca: terik) dan saya kehilangan kacamata item. Terima kasih ya Allah, ini artinya saya harus beli kacamata baru yaaa.. #ngarep (okei, OOT kejauhan)

Kesilauaan difoto menantang matahari
selfie berdua aja,pake tongsis
Lalu kita jalan muter ke belakang istana. Jreeeeeng.. di halaman belakang istananya ada halaman yang buesaaar dan cantiiiik banget, namanya The Great Parterre. Seluruh taman di istana ini didesain sedemikian rupa dengan motif-motif besutan seniman yang kalo diliat dari ketinggian menyerupai hamparan karpet warna-warni. 

Lihat backgroundnya deh, jauuuh di belakang kita itu ada bangunan, namanya Gloriette.
Namanya juga istana, pastinya guede banget dong yes. (Iya, kalo kecil namanya gubug derita dong,ah..) kita (atau saya?) udah lumayan capek banget jalan-jalan pleus terpapar sinar matahari nan menclang. Tapi istana ini kece bangeeet sodara-sodaraaa.. entah ada berapa belas taman, patung-patung, air mancur, bahkan kebon binatang, ada semua disini! Bahkan, salah satu sayap istana adalah tempat rutin pementasan karya-karya Mozart dan sejumlah musisi kenamaan lainnya.

Kaki udah pegeeel, matahari lagi semangat banget sinarnya, nona Dharma juga udah mulai cranky tapi kekeuh menolak tidur di stroller. Dia memutuskan untuk turun dari stroller dan memilih lari-larian di halaman istana buat ngusir kantuknya. Ujung-ujungnya ngejoprak, metikin bunga sama mungutin batu.
 
Keren dong, main ngejoprak di halaman istana. Batu-batu ini persis banget sama yang ada di playground sekolahan dia, jadilah dipikir ini tempat main gede banget yaaaa... haha

Metikin bunga liar, padahal nginjek rumput aja ga boleh :(
Gak papa deeeh, namanya juga lagi ulangtahuuun.. bebaaas

Di Neptune Fountain kita stop sebentar ngelurusin kaki sambil ngadem deket aer. Menimbang-nimbang mau naik bukit sampe ke atas Gloriette apa nggak. Dan akhirnya memutuskan nggak, karena saya s u d a h  c a p e k banget :( huhuhuuu... mestinya nyiapin waktu dua hari dua malem buat ngejelajahin seluruh sudut istana ini.

Neptune Fountain, letaknya diantara Istana dan Gloriette.

Neptune Fountain dengan latar belakang Gloriette
Nyomot dari sini

Gloriette ini semacam gerbang kemenangan. Dulunya waktu masa-masa perang, dari atas bukit inilah para panglima bisa liat musuh yang dateng. Konon kabarnya, kalo kita berdiri di Gloriette ini kita bisa liat seluruh kota Vienna. Penasaran, kan? iya, saya juga. Jadi nyesel banget kenapa nggak naik sampe ke sana. 

Udah dulu kali tour de Vienna-nya yaa.. 
Sebelum dadah-dadah, ada satu trivia lagi tentang Schloss Schoenbrunn. Taman Labirinnya pernah dipake buat episode ke 6 The Amazing Race season 23. Dan pit stopnya berakhir di Gloriette :)

Akhirnya, kita pun pulang dengan dorong stroller berisikan birthday-girl yang pules banget tidur. Sebelum tidur dia sempet berpesan kalo batu-batu yang tadi dia pungutin nggak boleh dibuang. Jadi, lumayan deh strollernya nambah berat lima kilo.

0 comments: