Pages

Tuesday, April 29, 2014

Ngisi rumah di Erfurt

Pindahan rumah dari Asia ke Eropa tentu nggak bisa bawa-bawa perabotan. Ini bukan pindahan rumah yang bisa diboyong segala isinya :D Kami memutuskan untuk menjual sebagian besar furniture dan perangkat elektronik yang kami punya. Juga kendaraan. Beberapa perabotan baby waktu Dharma kecil dulu dititipin ke penyewaan.

Kami berangkat merantau hanya bermodalkan koper isi baju-baju dan sedikit ransum khas Indonesia. So, gimana caranya ngisi rumah di Erfurt? Beli perabotan baru kan mahaaaal...

Jangan sedih, disini kami bagi tipsnya ya.
Orang Jerman tuh, susah buang barang. Karena untuk sampah yang nggak bisa masuk tong sampah, mereka harus bayar sejumlah uang ke Dinas Tata Kota. Jadi daripada dibuang, mending dijual atau dikasih aja cuma-cuma. Ini beberapa tempat buat cari barang murah meriah:

1. Ebay Kleinanzeige
Iklan mini Ebay, yang bisa difilter sampai sekitar 5-10 kilometer dari tempat tinggal kami. dari iklan-iklan mini inilah kami mencari lemari pakaian, tempat tidur, dapur, kompor, mesin cuci, meja makan dan masih banyak lagi. tentu saja harganya supermiring karena barangnya second

Yang lucu, ada beberapa pemilik barang yang ngasih 'bonus' karena barangnya dibeli. (Sangking mereka pengen buang barang tapi nggak tau kemana mungkin yaa..) misalnya, pas beli meja sarapan buat di dapur, kita dapet hadiah panci dan cooking pan. Trus, pas beli meja makan, berhadiah 1/2 lusin piring kecil dan 1/2 lusin piring besar. Lumayan beneur..

Yang perlu diingat, beli barang di Ebay Kleinanzeige ini kita harus datang ke alamat si penjual untuk ambil sendiri barangnya. Jadi emang lumayan repot kalo beli mesin cuci misalnya, ya angkut deh sendiri..hihihi

2. Flohmarkt
Pasar barang bekas. Biasanya digelar sebulan sekali di tempat-tempat tertentu. Barang yang dijual disini bisa sangat bervariasi atau digelar dengan tema tertentu. Misalnya, cuma barang-barang bayi dan anak-anak. Kita belom pernah sih ke sini. beberapa kali pernah liat iklannya, tapi selalu nggak pas waktunya buat nyempetin kesana.

3 Fremde werden Freunde
Ini adalah sebuah program di Universitas Erfurt yang artinya 'Strangers become Friends'. Lewat program ini biasanya mahasiswa asing akan mendapatkan satu keluarga Jerman untuk saling berbagi dan membantu. Mahasiswa asing bisa belajar budaya dan tentu bahasa Jerman lebih dekat, dan keluarga Jermannya bisa belajar budaya negara asal si mahasiswa asing tersebut.

Ketika Papipu mengirim email kepada ketua program Fremde werden Freunde, email tersebut langsung diforward ke seluruh keluarga Jerman yang tergabung dalam program ini. Segera saja, akun email Papipu penuh dengan tawaran-tawaran barang yang mereka mau kasih dengan cuma-cuma! dan yang lebih menyenangkan, beberapa diantara mereka baik banget mau anterin barang-barangnya ke rumah :)

Beberapa furniture yang kita dapet dari program ini diantaranya, sofa, karpet, coffee table, cangkir, gelas, rak buku, stroller baby, high chair, dan buanyak banget baju-baju anak dan mainan buat dharma. terutama jaket winter! karena lumayan banget harganya kalo beli ;p

4. Ikea
Kalo yang ini udah pada tau lah ya, bukan tempatnya barang bekas :) 
Ikea adalah toko furniture asal Swedia yang jual furniture-furniture DIY. Tentu aja nggak semua barang Ikea murah, tapi kalo kita jeli lumayan juga kok bisa nemu yang lucu-lucu buat bikin kece rumah. 

Standing lamp Ikea adalah yang paling berjasa waktu wohnung kita belom ada lampu. Secaraa, tatakan bohlam lampunya aja nggak ada.. pake standing lamp kan tinggal colok langsung nyala.



***



Monday, April 28, 2014

Playground

Pertama kali mendengar istilah 'kota ramah anak' adalah waktu seorang teman yang bekerja di pemerintahan provinsi Jawa Barat berusa mengejawantahkan (tsaelah bahasa gueee!) konsep tersebut. Yang pertama kali muncul di kepala saya saat itu tentu saja langsung 'playground!' ya, taman bermain sebagai salah satu ruang publik sudah sangat jarang ditemui di Bandung, apalagi Jakarta.

Sedih ya, untuk bisa menikmati masa kecilnya, anak-anak perlu pergi ke mall karena disitulah tempat bermain mereka sekarang. Untuk bisa masuk pun orangtuanya harus bayar sejumlah uang yang tidak sedikit, dan waktunya dibatasi.

Salah satu hal yang menyenangkan tinggal di Erfurt adalah bisa nemuin banyak playground dimana-mana.. aseli, dimana-mana. Setiap ada taman, mostly ada playgroundnya. Dan SEMUA bisa menikmati karena lahan bermain ini adalah milik publik. Bukan cuma anak-anak kecil, para ABG pun masih suka kok main di playground, bahkan orangtuanya juga boleh ikutan :)
*kalo di Indonesia pasti udah dipasang papan peringatan: 'hanya untuk anak usia dibawah 8 tahun'

Permainannya keren-keren, dan pastinya mengutamakan kemanan. Jadi gak khawatir pas anak-anak lagi main tau-tau talinya putus atau besinya patah, karatan, atau bikin luka dan cedera. Etapi kalo celaka kaya jatoh atau kepeleset mah selalu ada kemungkinan ya.. sehingga tetep perlu pengawasan orang dewasa waktu anak-anaknya main.


disclaimer: beberapa foto dibawah ini adalah campuran playground as public place dan beberapa playground di dalam kebun binatang atau city garden










































Playgroundnya bikin sirik ya? :)

Wohnung

home is where i'm with you

Wohnung dalam bahasa Jerman artinya tempat tinggal. Istilah 'apartement' agaknya kurang umum disini. Bentuknya memang mirip apartement di Indonesia, hanya bangunannya cuma kisaran 3-5 lantai. Jadi di setiap gedung ngga begitu banyak punya tetangga.

Gedung wohnung kami sendiri cuma 4 lantai dengan masing-masing 2 unit wohnung di setiap lantainya. Unit kami luasnya sekitar 76m2 dan terdiri dari 1 kmr mandi, 1 dapur, 2 kmr tidur dan 1 ruang keluarga. Dan ohya, ada foyer dan balkonnya juga.

Wohnung kita letaknya di Bonifaciusstraße 10A. Persis dipinggir jalan besar. Deket banget sama Dom Erfurt yang terkenal itu. Jalan kaki juga nyampe. Unit apartement kami letaknya di lantai dasar. Which is menyenangkan karena ngga perlu banyak naik-turun tangga. Gak ada lift soalnya. Bayangin aja kalo pulang belanja, dengan tentengan berat trus naik tangga pulak. Pleus, tinggal di lantai dasar adalah previllege buat keluarga dengan toddler yang rajin latihan lari2-lari dan lolompatan di dlm rumah. karena udah pasti ribut dan bikin tetangga dibawahnya terganggu.


wohnung kami di Bonifaciusstrasse 10A


Menyewa tempat tinggal di Jerman, artinya kita cuma dikasi ruangan-ruangan kosong yang BENER-BENER kosong! Tempat buat masang bohlam lampu aja ngga ada, apalagi dapur.. 







dan untuk masang-masang semuanya harus dikerjain SENDIRI. Bok, disini tukang harganya €70-80 sejam. Duit segitu sih bisa buat beli makan buat kita bertiga seminggu full!.

so, gotong royong deh kita waktu awal-awal hidup di Erfurt. Ngisi rumahnya juga nyicil2.. sempet sebulanan deh kita cuma punya kompor tapi nyuci piringnya di kmr mandi :))

Dapur dan pintu ke balkon

Kamar Dharma

Ruang Keluarga

Kamar Tidur

Foyer

Dharma lagi bantuin Mami hias rumah

Ruang Makan


Jaaadii, siapa yang mau main ke Erfurt.. kabar-kabari yaa. We'll always have a room for one more:)

Sunday, April 27, 2014

Erfurt

Owrait, mari kita mulai ceritanya.

Kami sekeluarga pindah ke Erfurt sejak November 2013 karena Papipu dapet berkah untuk meneruskan studi S3 di kota ini.

Baydeweeeii... Erfurt itu dimana?
Erfurt itu di Jerman (ho ooooh!) hehe, dese ini ibukota negara bagian Thueringen, letaknya sekitar 100km barat daya Leipzig, atau kalo dari Nurnberg Jij mesti jalan 150km ke arah utara. Etapi capek sih, kalo jalan.. mending naik kereta aja :p

Erfurt bukan kota besar kaya Berlin atau Muenchen.Tapi buat saya..cocoklah. Erfurt adalah kota tua yang nyaman banget, ngga rame, cantik, bersih, menyenangkan. Menurut Wikipedia, luas Erfurt 'cuma' 269.17 km2 dengan populasi penduduk 'cuma' sekitar dua ratus ribu jiwa. Udahnya penduduk sedikit, banyakan nenek-nenek sama kakek-kakek. Bedaaa banget sama kota tetangga kaya Jena atau Weimar yang banyakan mahasiswanya.

So, bisa dibayangin ya.. kota kecil, ngga rame..ngga ada macet, gada polusi udara *grin*



Berikut beberapa foto-foto kota Erfurt yang tersebar seantero jagad internet:


Ini namanya Dom Erfurt. Gereja katolik yang umurnya sekitar 1200 tahun. Lokasinya di atas bukit dan arsitekturnya sangat bergaya gothic. Melihat sendiri bangunan indah ini benar-benar bikin terpukau dan ngga sadar mulut nganga.


Ini interior Dom Erfurt. Bagus, ya?

ayooo... siapa mau main ke Erfurt? rumah kami ngga jauh dari bangunan indah ini loh :) only a walking distance away!




Pemandangan ini, namanya Kraemerbruecke. Salah satu tujuan wisata kota Erfurt. Banyak banget bangunan-bangunan tua yang masih lestari (tsah!) jadi berasa kaya idup di jaman kolonial gitu deeh.. 


Erfurt Central Station. Kalo di Jakarta ini namanya Gambir.


Bangunan-bangunan jadul yang lucuk-lucuk begini banyak banget di Erfurt.


Overall, saya senang tinggal di Erfurt. Walopun disini rada susah cari sayur bayem, kangkung, dan kacang panjang (kalopun ada harganya bujubuneng), tapi substitutenya very worthed.


Mamimung & Dharmacita mejeng di belakang Dom Erfurt.

Friday, April 25, 2014

...finally, first post!

Yippie yay! setelah lebih dari 6 bulan kami tinggal di Jerman, akhirnya kita langganan internet jugak.. hahaha
okeii.. nantikan cerita-cerita kami ya.

sekarang komputernya mau dipake nongton bola dulu.

ciao!

Tuesday, April 29, 2014

Ngisi rumah di Erfurt

Pindahan rumah dari Asia ke Eropa tentu nggak bisa bawa-bawa perabotan. Ini bukan pindahan rumah yang bisa diboyong segala isinya :D Kami memutuskan untuk menjual sebagian besar furniture dan perangkat elektronik yang kami punya. Juga kendaraan. Beberapa perabotan baby waktu Dharma kecil dulu dititipin ke penyewaan.

Kami berangkat merantau hanya bermodalkan koper isi baju-baju dan sedikit ransum khas Indonesia. So, gimana caranya ngisi rumah di Erfurt? Beli perabotan baru kan mahaaaal...

Jangan sedih, disini kami bagi tipsnya ya.
Orang Jerman tuh, susah buang barang. Karena untuk sampah yang nggak bisa masuk tong sampah, mereka harus bayar sejumlah uang ke Dinas Tata Kota. Jadi daripada dibuang, mending dijual atau dikasih aja cuma-cuma. Ini beberapa tempat buat cari barang murah meriah:

1. Ebay Kleinanzeige
Iklan mini Ebay, yang bisa difilter sampai sekitar 5-10 kilometer dari tempat tinggal kami. dari iklan-iklan mini inilah kami mencari lemari pakaian, tempat tidur, dapur, kompor, mesin cuci, meja makan dan masih banyak lagi. tentu saja harganya supermiring karena barangnya second

Yang lucu, ada beberapa pemilik barang yang ngasih 'bonus' karena barangnya dibeli. (Sangking mereka pengen buang barang tapi nggak tau kemana mungkin yaa..) misalnya, pas beli meja sarapan buat di dapur, kita dapet hadiah panci dan cooking pan. Trus, pas beli meja makan, berhadiah 1/2 lusin piring kecil dan 1/2 lusin piring besar. Lumayan beneur..

Yang perlu diingat, beli barang di Ebay Kleinanzeige ini kita harus datang ke alamat si penjual untuk ambil sendiri barangnya. Jadi emang lumayan repot kalo beli mesin cuci misalnya, ya angkut deh sendiri..hihihi

2. Flohmarkt
Pasar barang bekas. Biasanya digelar sebulan sekali di tempat-tempat tertentu. Barang yang dijual disini bisa sangat bervariasi atau digelar dengan tema tertentu. Misalnya, cuma barang-barang bayi dan anak-anak. Kita belom pernah sih ke sini. beberapa kali pernah liat iklannya, tapi selalu nggak pas waktunya buat nyempetin kesana.

3 Fremde werden Freunde
Ini adalah sebuah program di Universitas Erfurt yang artinya 'Strangers become Friends'. Lewat program ini biasanya mahasiswa asing akan mendapatkan satu keluarga Jerman untuk saling berbagi dan membantu. Mahasiswa asing bisa belajar budaya dan tentu bahasa Jerman lebih dekat, dan keluarga Jermannya bisa belajar budaya negara asal si mahasiswa asing tersebut.

Ketika Papipu mengirim email kepada ketua program Fremde werden Freunde, email tersebut langsung diforward ke seluruh keluarga Jerman yang tergabung dalam program ini. Segera saja, akun email Papipu penuh dengan tawaran-tawaran barang yang mereka mau kasih dengan cuma-cuma! dan yang lebih menyenangkan, beberapa diantara mereka baik banget mau anterin barang-barangnya ke rumah :)

Beberapa furniture yang kita dapet dari program ini diantaranya, sofa, karpet, coffee table, cangkir, gelas, rak buku, stroller baby, high chair, dan buanyak banget baju-baju anak dan mainan buat dharma. terutama jaket winter! karena lumayan banget harganya kalo beli ;p

4. Ikea
Kalo yang ini udah pada tau lah ya, bukan tempatnya barang bekas :) 
Ikea adalah toko furniture asal Swedia yang jual furniture-furniture DIY. Tentu aja nggak semua barang Ikea murah, tapi kalo kita jeli lumayan juga kok bisa nemu yang lucu-lucu buat bikin kece rumah. 

Standing lamp Ikea adalah yang paling berjasa waktu wohnung kita belom ada lampu. Secaraa, tatakan bohlam lampunya aja nggak ada.. pake standing lamp kan tinggal colok langsung nyala.



***



Monday, April 28, 2014

Playground

Pertama kali mendengar istilah 'kota ramah anak' adalah waktu seorang teman yang bekerja di pemerintahan provinsi Jawa Barat berusa mengejawantahkan (tsaelah bahasa gueee!) konsep tersebut. Yang pertama kali muncul di kepala saya saat itu tentu saja langsung 'playground!' ya, taman bermain sebagai salah satu ruang publik sudah sangat jarang ditemui di Bandung, apalagi Jakarta.

Sedih ya, untuk bisa menikmati masa kecilnya, anak-anak perlu pergi ke mall karena disitulah tempat bermain mereka sekarang. Untuk bisa masuk pun orangtuanya harus bayar sejumlah uang yang tidak sedikit, dan waktunya dibatasi.

Salah satu hal yang menyenangkan tinggal di Erfurt adalah bisa nemuin banyak playground dimana-mana.. aseli, dimana-mana. Setiap ada taman, mostly ada playgroundnya. Dan SEMUA bisa menikmati karena lahan bermain ini adalah milik publik. Bukan cuma anak-anak kecil, para ABG pun masih suka kok main di playground, bahkan orangtuanya juga boleh ikutan :)
*kalo di Indonesia pasti udah dipasang papan peringatan: 'hanya untuk anak usia dibawah 8 tahun'

Permainannya keren-keren, dan pastinya mengutamakan kemanan. Jadi gak khawatir pas anak-anak lagi main tau-tau talinya putus atau besinya patah, karatan, atau bikin luka dan cedera. Etapi kalo celaka kaya jatoh atau kepeleset mah selalu ada kemungkinan ya.. sehingga tetep perlu pengawasan orang dewasa waktu anak-anaknya main.


disclaimer: beberapa foto dibawah ini adalah campuran playground as public place dan beberapa playground di dalam kebun binatang atau city garden










































Playgroundnya bikin sirik ya? :)

Wohnung

home is where i'm with you

Wohnung dalam bahasa Jerman artinya tempat tinggal. Istilah 'apartement' agaknya kurang umum disini. Bentuknya memang mirip apartement di Indonesia, hanya bangunannya cuma kisaran 3-5 lantai. Jadi di setiap gedung ngga begitu banyak punya tetangga.

Gedung wohnung kami sendiri cuma 4 lantai dengan masing-masing 2 unit wohnung di setiap lantainya. Unit kami luasnya sekitar 76m2 dan terdiri dari 1 kmr mandi, 1 dapur, 2 kmr tidur dan 1 ruang keluarga. Dan ohya, ada foyer dan balkonnya juga.

Wohnung kita letaknya di Bonifaciusstraße 10A. Persis dipinggir jalan besar. Deket banget sama Dom Erfurt yang terkenal itu. Jalan kaki juga nyampe. Unit apartement kami letaknya di lantai dasar. Which is menyenangkan karena ngga perlu banyak naik-turun tangga. Gak ada lift soalnya. Bayangin aja kalo pulang belanja, dengan tentengan berat trus naik tangga pulak. Pleus, tinggal di lantai dasar adalah previllege buat keluarga dengan toddler yang rajin latihan lari2-lari dan lolompatan di dlm rumah. karena udah pasti ribut dan bikin tetangga dibawahnya terganggu.


wohnung kami di Bonifaciusstrasse 10A


Menyewa tempat tinggal di Jerman, artinya kita cuma dikasi ruangan-ruangan kosong yang BENER-BENER kosong! Tempat buat masang bohlam lampu aja ngga ada, apalagi dapur.. 







dan untuk masang-masang semuanya harus dikerjain SENDIRI. Bok, disini tukang harganya €70-80 sejam. Duit segitu sih bisa buat beli makan buat kita bertiga seminggu full!.

so, gotong royong deh kita waktu awal-awal hidup di Erfurt. Ngisi rumahnya juga nyicil2.. sempet sebulanan deh kita cuma punya kompor tapi nyuci piringnya di kmr mandi :))

Dapur dan pintu ke balkon

Kamar Dharma

Ruang Keluarga

Kamar Tidur

Foyer

Dharma lagi bantuin Mami hias rumah

Ruang Makan


Jaaadii, siapa yang mau main ke Erfurt.. kabar-kabari yaa. We'll always have a room for one more:)

Sunday, April 27, 2014

Erfurt

Owrait, mari kita mulai ceritanya.

Kami sekeluarga pindah ke Erfurt sejak November 2013 karena Papipu dapet berkah untuk meneruskan studi S3 di kota ini.

Baydeweeeii... Erfurt itu dimana?
Erfurt itu di Jerman (ho ooooh!) hehe, dese ini ibukota negara bagian Thueringen, letaknya sekitar 100km barat daya Leipzig, atau kalo dari Nurnberg Jij mesti jalan 150km ke arah utara. Etapi capek sih, kalo jalan.. mending naik kereta aja :p

Erfurt bukan kota besar kaya Berlin atau Muenchen.Tapi buat saya..cocoklah. Erfurt adalah kota tua yang nyaman banget, ngga rame, cantik, bersih, menyenangkan. Menurut Wikipedia, luas Erfurt 'cuma' 269.17 km2 dengan populasi penduduk 'cuma' sekitar dua ratus ribu jiwa. Udahnya penduduk sedikit, banyakan nenek-nenek sama kakek-kakek. Bedaaa banget sama kota tetangga kaya Jena atau Weimar yang banyakan mahasiswanya.

So, bisa dibayangin ya.. kota kecil, ngga rame..ngga ada macet, gada polusi udara *grin*



Berikut beberapa foto-foto kota Erfurt yang tersebar seantero jagad internet:


Ini namanya Dom Erfurt. Gereja katolik yang umurnya sekitar 1200 tahun. Lokasinya di atas bukit dan arsitekturnya sangat bergaya gothic. Melihat sendiri bangunan indah ini benar-benar bikin terpukau dan ngga sadar mulut nganga.


Ini interior Dom Erfurt. Bagus, ya?

ayooo... siapa mau main ke Erfurt? rumah kami ngga jauh dari bangunan indah ini loh :) only a walking distance away!




Pemandangan ini, namanya Kraemerbruecke. Salah satu tujuan wisata kota Erfurt. Banyak banget bangunan-bangunan tua yang masih lestari (tsah!) jadi berasa kaya idup di jaman kolonial gitu deeh.. 


Erfurt Central Station. Kalo di Jakarta ini namanya Gambir.


Bangunan-bangunan jadul yang lucuk-lucuk begini banyak banget di Erfurt.


Overall, saya senang tinggal di Erfurt. Walopun disini rada susah cari sayur bayem, kangkung, dan kacang panjang (kalopun ada harganya bujubuneng), tapi substitutenya very worthed.


Mamimung & Dharmacita mejeng di belakang Dom Erfurt.

Friday, April 25, 2014

...finally, first post!

Yippie yay! setelah lebih dari 6 bulan kami tinggal di Jerman, akhirnya kita langganan internet jugak.. hahaha
okeii.. nantikan cerita-cerita kami ya.

sekarang komputernya mau dipake nongton bola dulu.

ciao!