Pages

Wednesday, May 7, 2014

Namanya Jens Panse

Terkait postingan yang ini, postingan kali ini kheuseus didedikasikan buat seorang Pate (ayah angkat) kami di Erfurt. Namanya Jens Panse. Beliau dipasangkan dengan Papipu melalui program Fremde werden Freunde waktu masih jamannya kuliah S2 dulu.

Saya sendiri nggak banyak kenal beliau, cuma tau dari cerita-ceritanya papipu aja. He is a sporty-family man, kind hearted, dan selalu siap bantu walaupun sibuknya minta ampun.

Beberapa kali ketemu Jens (bacanya: Yens) waktu dia bantuin kita ngisi rumah. Jens punya mobil dan dia punya wagon kecil yang bisa disangkutin ke bagian belakang mobilnya. Jadilah, sebelum saya hadir di Erfurt, Papipu berduaan sama Jens angkat-angkat barang dari beberapa alamat di Erfurt. Lemari baju, karpet, rak buku, tempat tidur, dapur, entah apa lagi.

Berhubung semua instalasi juga mesti dikerjain sendiri, Om Jens ini jugalah yang bantuin. doi yang masang pipa-pipa saluran bak cuci piring dan nyambungin dengan mesin cuci, masang kabinet dapur supaya bisa ngegantung di tembok.Hhe is very handy. Peralatan nukang, dese punya lengkap! mulai dari bor, gergaji, obeng, dan teman-teman lainnya. Yang mana kita nggak punya sama sekali.

Kebayang dong, dateng ke Erfurt cuma modal koper isi baju tapi trus mesti masang instalasi saluran air. okesip.

Alhamdulillah, Allah selalu kasih jalan kita dipertemukan dengan orang-orang baik yang selalu siap bantuin.



Kami diundang makan kue dengan keluarga Panse

Dharma amazed sama salah satu dekor di rumah Jens

Gandengan tangan sama kakak Anna Lena :)

Keluarga Panse ini sporty banget, kitapun diajak ikutan event lari di Sporthall Erfurt. Tentu saja, si nona Dharma ikutan berpartisipasih.





It is very heart-warming when you find such a lovely family when you are far away from your own. May God always bless Jens and his family and cherish them for ever




No comments:

Post a Comment

Wednesday, May 7, 2014

Namanya Jens Panse

Terkait postingan yang ini, postingan kali ini kheuseus didedikasikan buat seorang Pate (ayah angkat) kami di Erfurt. Namanya Jens Panse. Beliau dipasangkan dengan Papipu melalui program Fremde werden Freunde waktu masih jamannya kuliah S2 dulu.

Saya sendiri nggak banyak kenal beliau, cuma tau dari cerita-ceritanya papipu aja. He is a sporty-family man, kind hearted, dan selalu siap bantu walaupun sibuknya minta ampun.

Beberapa kali ketemu Jens (bacanya: Yens) waktu dia bantuin kita ngisi rumah. Jens punya mobil dan dia punya wagon kecil yang bisa disangkutin ke bagian belakang mobilnya. Jadilah, sebelum saya hadir di Erfurt, Papipu berduaan sama Jens angkat-angkat barang dari beberapa alamat di Erfurt. Lemari baju, karpet, rak buku, tempat tidur, dapur, entah apa lagi.

Berhubung semua instalasi juga mesti dikerjain sendiri, Om Jens ini jugalah yang bantuin. doi yang masang pipa-pipa saluran bak cuci piring dan nyambungin dengan mesin cuci, masang kabinet dapur supaya bisa ngegantung di tembok.Hhe is very handy. Peralatan nukang, dese punya lengkap! mulai dari bor, gergaji, obeng, dan teman-teman lainnya. Yang mana kita nggak punya sama sekali.

Kebayang dong, dateng ke Erfurt cuma modal koper isi baju tapi trus mesti masang instalasi saluran air. okesip.

Alhamdulillah, Allah selalu kasih jalan kita dipertemukan dengan orang-orang baik yang selalu siap bantuin.



Kami diundang makan kue dengan keluarga Panse

Dharma amazed sama salah satu dekor di rumah Jens

Gandengan tangan sama kakak Anna Lena :)

Keluarga Panse ini sporty banget, kitapun diajak ikutan event lari di Sporthall Erfurt. Tentu saja, si nona Dharma ikutan berpartisipasih.





It is very heart-warming when you find such a lovely family when you are far away from your own. May God always bless Jens and his family and cherish them for ever




0 comments: